PAKET WISATA JOGJA 4 HARI 3 MALAM

From Rp3.585.000
Rp1.085.000 per PAX

PAKET WISATA JOGJA 4 HARI 3 MALAM ini adalah perpaduan wista alam, sejarah, belanja sekaligus keluarga. Cocok untuk anda yang menghabiskan masa liburan yang berkualitas & berkelas bagi Company Trip, Gathering dan event outing ke Jogja lainnya.

Highlights

Hari Pertama :

  • Candi Borobudur
  • Merapi Jeep Tour

Hari Kedua  :

  • Candi prambanan
  • Goa Pindul
  • Heha Sky View

Hari Ketiga

  • Hutan Pinus
  • Rumah Hobbit Songgo Langit
  • Pantai Parangtritis, sunset di Paralayang View

Hari Ke Empat

  • Keraton Yogyakarta
  • Malioboro
  • Pusat Oleh – Oleh
  1. Select the total participant(s) (1 / 2 / 3 / etc)
  2. Select the Month and Date, then click CHECK AVAILABILITY
  3. Tick : With lodging (if you need Hotel) then choose the hotel options & room then click CONTINUE
  4. Or click CONTINUE for Tour Only ( without Hotel )
  5. Fill in your personal data, write your Special request & Pick up detail address ( Hotel ) for Daily Tour then click CONTINUE  
  6. Please Review Your Booking then click Put Order when all correct
  7. Choose payment methods, Full payment / Deposit 20% or you can Pay later then click Proceed to Payment
  8. Fill your Credit Card Data then click PAY NOW
  9. You will receive a one-time token via your mobile phone from the issuing bank.
  10. Transactions DONE, you will receive Travel Document and Official Receipt to your email. Check to your Spam folder if not found in inbox.
  11. Balance of the payment ( Deposit & Pay Later options ) have to be settled upon arrival.
Price Table
Price Min. PAX
Rp1.085.000 6
Rp1.155.000 5
Rp1.290.000 4
Rp1.545.000 3
Rp2.055.000 2
Rp3.585.000 1
Select participants and date:
Descriptions

Candi Borobudur, Pawon Dan Mendut

Ketika dipelajari dari sejarahnya, Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut memang dibangun dalam satu masa dan Jika dikaitkan dalam agama memang benar candi-candi tersebut dalam satu garis lurus   Dan dalam ritual keagamaan agama Buddha ketiga candi tersebut berhubungan, dimulai dari upacara di Candi Mendut berlanjut ke Candi Pawon dan terakhir puncaknya berada di Candi Borobudur.  Dosen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, DS Nugrahani, Rabu (9/5), mengatakan, pembangunan setiap candi tidak dilakukan sembarangan. Ada tujuan dan konsep dasar yang melandasinya. Pembangunan biasanya diawali dengan meditasi dan proses metafisika lain untuk menentukan lokasi candi. Ilham yang diperoleh selanjutnya diuji dengan berbagai pengetahuan yang ada untuk memastikan lokasi itu layak dibangun candi. Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, yang juga Pembina Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Widya Sawitar, mengatakan, kesegarisan Borobudur-Pawon-Mendut ini terkait dengan tiga bintang di rasi Orion yang dinamai Alnitak-Alnilam-Mintaka.

Garis lurus yang menghubungkan Alnitak-Alnilam-Mintaka juga miring seperti garis yang menghubungkan Borobudur-Pawon-Mendut. Saat Orion berada di atas kepala, posisi kemiringan garis ketiga bintang itu mirip dengan kemiringan garis Borobudur-Pawon-Mendut.

Merapi Jeep Lava Tour

Setelah tahun  2010 Merapi meletus, kawasan di kaki gunungnya menawarkan pengalaman petualangan dengan jeep yang sangat menakjubkan. Di sini, kamu bisa berbagi cerita dengan penduduk lokal sambil diantar naik jeep mereka, melihat bentang alam yang menghijau segar dengan udara yang cukup sejuk, sambil berburu foto-foto keren bersama jeep. Di kawasan ini terdapat Banker sebagai saksi bisu keganasan Merapi, Batu Alien berupa bongkahan batu vulkanih yang terlempar dari peruk Merapi dan juga dua puing-puing rumah; yang satu menampilkan foto-foto peristiwa letusan tahun 2010 dengan perabotan rumah tangga yang dibiarkan di tempatnya. Yang satu lagi memajang barang-barang lain kemudian dikenal dengan Mini Musium Sisa Hartaku. 

Titik Nol Kilometer

Titik Nol Kilometer adalah tempat diawalinya segala riwayat Jogja. Di persimpangan ini kita akan tertegun melihat Jogja secara utuh. Jogja yang syahdu dan modern namun tetap mempertahanan peninggalan sejarah Bangsa. Terlihat jelas dari bangunan megah bergaya Eropa lama yang terletak di persimpangan Jl. Ahmad Dahlan Yogyakarta kala senja. Bangunan tersebut begitu klasik meskipun telah mengalami revitalisasi, tetapi sama sekali tak menghilangkan sejarah yang tersimpan dari bangunan yang menjadi icon kawasan Titik Nol Kilometer. 

Titik Nol Kilometer akan membawamu ke Yogyakarta di masa lalu. Pasalnya kawasan di sekitar Titik Nol Kilometer merupakan kawasan penting pada masa lalu hingga kini. Di perempatan ini terdapat bagunan-bangunan bergaya art deco yang menjadi landmark, sebut saja gedung Bank Indonesia, Gedung Bank Indonesia, dan Gedung Kantor Pos Besar.

Tepat di depan gedung Kantor Pos Besar, kamu akan menemukan Monumen Serangan 1 Maret yang saat ini kerap digunakan sebagai tempat pergelaran seni dan budaya. Di belakang Monumen Serangan Umum 1 Maret terdapat Museum Benteng Vredenburg yan berdiri dengan gagah. Sedangkan di seberang Benteng ada Istana Kepresidenan Gedung Agung.

Alun -alun Kidul 

Salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi yaitu alun-alun Kidul Jogja. Sebutan lain dari alun-alun selatan yaitu Alkid, singkatan dari Alun-Alun Kidul. Biasanya Alkid paling ramai pada waktu malam hari. Banyak wisatawan yang berkumpul disana sambil menikmati keramaian dan kuliner.

Sejak dahulu kawasan Alun - Alun Kidul digunakan untuk acara untuk kegiatan yang membutuhkan ruang terbuka. Seperti kegiatan sosialisasi, acara senam dan masih banyak lagi lainnya. Semua acara itu biasanya berlangsung pada pagi hari namun, bila sudah mendekati malam hari. Kawasan ini sangat berubah drastis, area alun-alun menjadi eksotis karena dipenuhi dengan gemerlap lampu yang berasal dari becak hias.

Keseruan berada di Alun-Alun Kidul pada malam hari membuat wisatawan merasa senang. Banyak sekali kegiatan seru yang ada dikawasan tersebut. Kamu bisa menaiki kendaraan hias, lebih mirip sekali dengan becak kemudian bagian luarnya diberi hiasan. Sebagian besar hiasannya dari lampu sehingga membuat kendaraan menjadi terang. Menaiki kendaraan ini Kamu bisa mengitari seluruh penjuru lapangan tanpa merasa kelelahan. Kita juga bisa mencoba ritual Masuk Diantara Dua Beringin ( MASANGIN ) yang konon dipercaya mengukur keberuntungan ( luck ).

Keraton dan Tamansari

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. 

Tamansari, yang berarti taman yang indah, pada mulanya merupakan sebuah taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Kompleks ini dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I.  Pembangunan dimulai pada tahun 1758 M, ditandai oleh candra sengkala   "Catur Naga Rasa Tunggal" yang menunjuk tahun 1684 Jawa. Sengkalan yang dapat diartikan sebagai "empat naga satu rasa" ini dapat ditemukan di Gapura Panggung, Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M, ditandai candra sengkala "Lajering Sekar Sinesep Peksi" yang menunjuk tahun 1691 Jawa. Sengkalan yang berarti "kuntum bunga dihisap burung" ini dapat ditemui di Gapura Agung dan ornamen beberapa dinding bangunan.

Tamansari memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Bangunan-bangunan tersebut berbentuk gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, masjid, dan lorong bawah tanah. Taman ini dijuluki Water Kasteel karena kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.

Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, makin ke dalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas, terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang tersisa hanya reruntuhannya saja.

Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m dari permukaan teras teratas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa. Saat ini hanya gapura di sisi selatan yang masih utuh. Di depan masing-masing gerbang pelataran teratas terdapat sepasang candi kecil, berdenah dasar bujur sangkar seluas 1, 5 m2 dengan tinggi 4 m.

Di pelataran dalam terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.

Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.

Pusat Oleh - Oleh

Saat berwisata ke suatu tempat, tentu kurang lengkap kalau tidak menenteng oleh-oleh khasnya donk. Apalagi kalau keluarga dan teman-teman juga meminta oleh-oleh liburan. Tentu saja oleh-oleh menjadi hal wajib setelah liburan. Sebagian besar tempat wisata memiliki oleh-oleh khasnya sendiri, begitu juga Jogja. Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, Jogja juga dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak makanan manis, karena itu tidak heran oleh-oleh khas Jogja cenderung memiliki rasa yang manis. 

Malioboro

Lalu lalang jalan melenggang dari utara sampai selatan, riuh riang pembeli dan pedagang, anda puas kamipun senang. Malioboro hanya ada di Jogjakarta sebagai pusat wisata belanja, warisan bersejarah Bangsa dengan ditemukan beberapa Cagar Budaya. Malioboro tak pernah tidur pagi siang malam. Selalu berdenyut nadi kehidupan dengan sajian kuliner terpanjang kala malam, ditemani seniman yang tak pernah bosan menghibur bersenandung riang.

Includes
  1. Antar Jemput Bandara / stasiun Kereta Api
  2. Transport AC Dingin dan Nyaman
  3. Jeep untuk Merapi Lava Tour
  4. Driver sebagai Guide
  5. Hotel menginap 3 Malam di hotel pilihan ( termasuk breakfast )
  6. Makan sesuai Program 10 Kali
  7. Tiket Masuk Wisata / Retribusi
  8. Air Mineral
  9. Banner Wisata untuk group min 10 orang
  1. Tiket Pesawat / Kereta Api
  2. Pengeluaran bersifat Pribadi
  3. Tipping untuk Crew ( Sukarela )
  4. Biaya tambahan High Seasson
  5. Biaya Upgrade Kamar / Class
  6. Minibar, Laundry dan Telpon
  7. Upgrade Tambahan Menu Makan selama Tour

Keterangan : 

  • This tour prices is only valid for Domestic ( WNI ) or KITAS HOLDERS
  • Sangat di mungkinkan untuk merubah / menambah / mengurangi atau menyesuaikan dengan kebutuhan liburan Keluarga Anda / Perusahaan  / Gathering - Outing program yang di-inginkan. Silahkan menghubungi kami melalui email pada tombol dibawah Customize this package / Telpon / Whatsapp, dengan senang hati kami akan membatu.
Itinerary
  • Hari Pertama : Borobudur - Merapi Lava Tour ( MS,MM )

    Hari pertama anda akan kami jemput di Bandara / Stasiun Yogyakarta. Perjalanan paket wisata Jogja 4H3M ini akan dimulai mengunjung Candi Borobudur , candi ini adalah candi bercorak Budha yang memiliki lahan yang luas dan candi ini menjadi salah satu keajaiban dunia. Makan siang dan kemudian anda akan kami ajak ke Lava Jeep Merapi , ditempat ini anda akan berpetualangan dengan menaiki jeep untuk mengelilingi desa di kaki gunung Merapi. Makan malam di resto. Selanjutnya anda akan kami antar kembali menuju Hotel untuk beristirahat Free Program).

  • Hari Kedua : Prambanan - Goa Pindul - Heha Sky View ( MP,MS,MM )

    Setelah menikmati breakfast di Hotel, kemudian anda kami ajak ke Candi Prambanan, candi  ini adalah bercorak Hindu , candi in memiliki kompleks candi yang luas dan anda bisa melihat berbagai relief  – relief candi yang indah ini, makan siang kemudian anda akan kami ajak ke Goa Pindul, anda akan dibekali head lamp, life vest, helm, serta ban pelampung untuk menyusuri sungai dan menikmati keberadaan stalagtit dan stalagmit di dalam goa sepanjang 350 m. Lebar  goa hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona, zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar kurang lebih 45 menit. Selanjutnya ke HeHa Sky View menawarkan beragam spot foto yang instagramable, pemandangan Kota Jogja dari ketinggian. Makan malam di resto lokal. Terakhir, anda akan kami antar kembali menuju Hotel untuk beristirahat Free Program).

  • Hari Ketiga : Hutan Pinus - Rumah Hobbit - Songgo Langit - Pantai Parangtritis ( MP,MS,MM )

    Breakfast di Hotel. Perjalanan anda hari ini ke Hutan Pinus, wisata alam ini adalah wisata yang indah untuk anda berfoto dengan banyaknya objek yang bisa anda jadikan objek foto yang unik , kemudian anda akan kami ajak ke Rumah Hobbit Songgo Langit , wisata ini adalah wisata baru yang sedang hits di Jogja dan anda bisa berfoto dengan berbagai spot di setiap sudut tempat ini. Makan siang, selanjutnya anda akan kami ajak melihat dan menikmati permainan di Gumuk Pasir, bermain ombak di Pantai Parangtritis, dilanjutkan untuk menikmati matahari pulang di puncak Paralayang. Makan malam. Selanjutnya anda akan kami antar kembali menuju Hotel untuk beristirahat Free Program)

  • Hari Keempat : Kraton - Malioboro - Oleh-oleh - Keberangkatan ( MP,MS )

    Setelah menikmati breakfast di Hotel & cek out, perjalanan anda yaitu menuju Keraton Yogyakarta , di tempat ini anda bisa melihat sisi kehidupan kerajaan mulai dari jaman dahulu hingga sekarang dan juga ke Tamansari. Makan siang. Tak lupa kami mengajak anda ke Malioboro, anda bisa berfoto disetiap sudut jalan Malioboro dan anda bisa berbelanja pernak – pernik yang lucu dan murah di sepanjang jalan Malioboro ini, kami juga akan mengantar anda untuk membeli oleh – oleh khas Yogyakarta di Pusat oleh – oleh Bakpia Pathuk 25. Terakhir kami akan mengantar kepulangan anda di Bandara / Stasiun Yogyakarta.

If you want to revise, change or add attractions to the above tour / package, tell us your own idea, we will arrange it as you wish. Customize this package

From Rp3.585.000
Rp1.085.000 per PAX
Price Min. PAX
Rp1.085.000 6
Rp1.155.000 5
Rp1.290.000 4
Rp1.545.000 3
Rp2.055.000 2
Rp3.585.000 1
Related tours (7)
WA Whatsapp Chat