PAKET WISATA JOGJA 3 HARI 2 MALAM

From Rp2.197.250
Rp575.000 per PAX

PAKET WISATA JOGJA 3 HARI 2 MALAM merupakan kemasan wisata dengan pilihan tempat wisata yang populer di Jogja dan sekitarnya. Santai dan menyenangkan semua anggota keluarga

Highlights

Hari Pertama :

  1. Pule Payung
  2. Kedung Pedhut
  3. Candi Borobudur
  4. Alun-Alun Kidul

Hari Kedua :

  1. Goa Pindul
  2. Pantai Baron
  3. Hutan Pinus
  4. Malioboro
  5. Tugu Jogja

Hari Ketiga :

  1. Keraton & Tamansari
  2. Kerajinan Perak Kota Gede
  3. Pusat Oleh – Oleh
  1. Select the total participant(s) (1 / 2 / 3 / etc)
  2. Select the Month and Date, then click CHECK AVAILABILITY
  3. Tick : With lodging (if you need Hotel) then choose the hotel options & room then click CONTINUE
  4. Or click CONTINUE for Tour Only ( without Hotel )
  5. Fill in your personal data, write your Special request & Pick up detail address ( Hotel ) for Daily Tour then click CONTINUE  
  6. Please Review Your Booking then click Put Order when all correct
  7. Choose payment methods, Full payment / Deposit 20% or you can Pay later then click Proceed to Payment
  8. Fill your Credit Card Data then click PAY NOW
  9. You will receive a one-time token via your mobile phone from the issuing bank.
  10. Transactions DONE, you will receive Travel Document and Official Receipt to your email. Check to your Spam folder if not found in inbox.
  11. Balance of the payment ( Deposit & Pay Later options ) have to be settled upon arrival.
Price Table
Price Min. PAX
Rp575.000 14
Rp605.000 12
Rp620.000 9
Rp650.000 8
Rp700.000 7
Rp725.000 6
Rp755.000 5
Rp785.000 4
Rp950.000 3
Rp1.234.750 2
Rp2.197.250 1
Select participants and date:
Descriptions

Pule Payung di Kulonprogo, Wisata untuk Para Pecinta Selfie

Perpaduan bukit hijau, danau dan langit biru membentuk sebuah panorama alam nan eksotis. Cocok untuk Anda yang mencari tempat melepas penat usai bekerja seminggu.Adapula tempat wisata Pule Payung Wisata Alam. Letaknya berada di Dusun Suropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 500 mdpl sehingga memungkinkan melihat panorama alam indah di bawahnya yang penuh dengan pepohonan hijau.

Uniknya, obyek Pule Payung ini juga memadukan panorama alam dengan spot foto kekinian.

Sehingga, bagi Anda yang ingin mengunggah koleksi foto terbaru di Instagram, Pule Payung adalah tempat yang tepat untuk mengabadikan momen liburan.

Candi Borobudur, Pawon Dan Mendut

Ketika dipelajari dari sejarahnya, Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut memang dibangun dalam satu masa dan Jika dikaitkan dalam agama memang benar candi-candi tersebut dalam satu garis lurus   Dan dalam ritual keagamaan agama Buddha ketiga candi tersebut berhubungan, dimulai dari upacara di Candi Mendut berlanjut ke Candi Pawon dan terakhir puncaknya berada di Candi Borobudur.  Dosen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, DS Nugrahani, Rabu (9/5), mengatakan, pembangunan setiap candi tidak dilakukan sembarangan. Ada tujuan dan konsep dasar yang melandasinya. Pembangunan biasanya diawali dengan meditasi dan proses metafisika lain untuk menentukan lokasi candi. Ilham yang diperoleh selanjutnya diuji dengan berbagai pengetahuan yang ada untuk memastikan lokasi itu layak dibangun candi. Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, yang juga Pembina Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Widya Sawitar, mengatakan, kesegarisan Borobudur-Pawon-Mendut ini terkait dengan tiga bintang di rasi Orion yang dinamai Alnitak-Alnilam-Mintaka.

Garis lurus yang menghubungkan Alnitak-Alnilam-Mintaka juga miring seperti garis yang menghubungkan Borobudur-Pawon-Mendut. Saat Orion berada di atas kepala, posisi kemiringan garis ketiga bintang itu mirip dengan kemiringan garis Borobudur-Pawon-Mendut.

Goa Pindul

Sebuah penyusuran sungai bawah tanah panjang sekitar 350 meter, lebar 5 meter dengan kedalaman air 1 – 10 meter. Memiliki 4 ruang diantaranya ruang terang, ruang remang, ruang gelap dan ruang kelelawar. Perjalanan membutukan waktu 45 menit hingga paling lama 1 jam. 

Sungai Oyo

Penyusuran sungai dialam yang terbuka melewati air terjun. Panjang kali oyo 1,5 km dengan durasi 1,5 jam kedalaman air cukup bervariasi 1 – 5 meter. Perjalanan menyusuri sungai kita akan disuguhi tebing-tebing yang sangat bagus dan alami khas batuan kapur di Gunungkidul. 

Pantai Baron

Pasir di Baron beach memiliki karakteristik pasir coklat kehitaman sangat mirip pasir yang ada di pantai Parangtritis, ombak pantai pun tergolong cukup besar meskipun seperti teluk. Pantai Gunungkidul ini memiliki keunikan bila dibandingkan dengan pantai di Gunungkidul lainnya, sebab ditempat wisata tersebut pengunjung mendapati dua jenis air yakni air asin dan air tawar yang bersumber dari sungai di pantai baron. 

Seperti wisata pantai pada umumnya, pantai Baron Jogja memperbolehkan pengunjungnya kegiatan renang, namun tetap waspada dan tetap mendapatkan pengawasan ekstra, lantaran baron beach memiliki ombak cukup besar terutama ketika musim liburan. Demi keselamatan pengunjung sebaiknya teman-teman datawisata wajib mengikuti seluru aturan yang sudah ditentukan oleh pihak pengelola pantai seperti tak boleh melewati batas-batas pantai, karena seperti kebanyakan pantai laut selatan memiliki arus ombak besar. 

Misteri pantai Baron Gunungkidul mulanya berasal dari seorang bangsawan berasal Belanda yang kala itu memberi nama Baron Skeber. Bangsawan Belanda itu pernah mendaratkan kepalanya pada satu diantara batu di pantai laut selatan itu, warga sekitar sempat menolong bangsawan Belanda namun tetap saja nyawa bangsawan tersebut tak ter-selamatkan. Seperti laut pantai selatan lainnya, tiap malam satu Syurah terdapat upacara adat sedekah laut. Maksud dari adat itu bertujuan sebagai tanda rasa terimakasih dari warga sekitar atas panen penangkapan hasil laut yang melimpah setiap harinya. 

Titik Nol Kilometer

Titik Nol Kilometer adalah tempat diawalinya segala riwayat Jogja. Di persimpangan ini kita akan tertegun melihat Jogja secara utuh. Jogja yang syahdu dan modern namun tetap mempertahanan peninggalan sejarah Bangsa. Terlihat jelas dari bangunan megah bergaya Eropa lama yang terletak di persimpangan Jl. Ahmad Dahlan Yogyakarta kala senja. Bangunan tersebut begitu klasik meskipun telah mengalami revitalisasi, tetapi sama sekali tak menghilangkan sejarah yang tersimpan dari bangunan yang menjadi icon kawasan Titik Nol Kilometer. 

Titik Nol Kilometer akan membawamu ke Yogyakarta di masa lalu. Pasalnya kawasan di sekitar Titik Nol Kilometer merupakan kawasan penting pada masa lalu hingga kini. Di perempatan ini terdapat bagunan-bangunan bergaya art deco yang menjadi landmark, sebut saja gedung Bank Indonesia, Gedung Bank Indonesia, dan Gedung Kantor Pos Besar.

Tepat di depan gedung Kantor Pos Besar, kamu akan menemukan Monumen Serangan 1 Maret yang saat ini kerap digunakan sebagai tempat pergelaran seni dan budaya. Di belakang Monumen Serangan Umum 1 Maret terdapat Museum Benteng Vredenburg yan berdiri dengan gagah. Sedangkan di seberang Benteng ada Istana Kepresidenan Gedung Agung.

Alun -alun Kidul 

Salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi yaitu alun-alun Kidul Jogja. Sebutan lain dari alun-alun selatan yaitu Alkid, singkatan dari Alun-Alun Kidul. Biasanya Alkid paling ramai pada waktu malam hari. Banyak wisatawan yang berkumpul disana sambil menikmati keramaian dan kuliner.

Sejak dahulu kawasan Alun - Alun Kidul digunakan untuk acara untuk kegiatan yang membutuhkan ruang terbuka. Seperti kegiatan sosialisasi, acara senam dan masih banyak lagi lainnya. Semua acara itu biasanya berlangsung pada pagi hari namun, bila sudah mendekati malam hari. Kawasan ini sangat berubah drastis, area alun-alun menjadi eksotis karena dipenuhi dengan gemerlap lampu yang berasal dari becak hias.

Keseruan berada di Alun-Alun Kidul pada malam hari membuat wisatawan merasa senang. Banyak sekali kegiatan seru yang ada dikawasan tersebut. Kamu bisa menaiki kendaraan hias, lebih mirip sekali dengan becak kemudian bagian luarnya diberi hiasan. Sebagian besar hiasannya dari lampu sehingga membuat kendaraan menjadi terang. Menaiki kendaraan ini Kamu bisa mengitari seluruh penjuru lapangan tanpa merasa kelelahan. Kita juga bisa mencoba ritual Masuk Diantara Dua Beringin ( MASANGIN ) yang konon dipercaya mengukur keberuntungan ( luck ).

Keraton dan Tamansari

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. 

Tamansari, yang berarti taman yang indah, pada mulanya merupakan sebuah taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Kompleks ini dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I.  Pembangunan dimulai pada tahun 1758 M, ditandai oleh candra sengkala   "Catur Naga Rasa Tunggal" yang menunjuk tahun 1684 Jawa. Sengkalan yang dapat diartikan sebagai "empat naga satu rasa" ini dapat ditemukan di Gapura Panggung, Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M, ditandai candra sengkala "Lajering Sekar Sinesep Peksi" yang menunjuk tahun 1691 Jawa. Sengkalan yang berarti "kuntum bunga dihisap burung" ini dapat ditemui di Gapura Agung dan ornamen beberapa dinding bangunan.

Tamansari memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Bangunan-bangunan tersebut berbentuk gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, masjid, dan lorong bawah tanah. Taman ini dijuluki Water Kasteel karena kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Pusat Oleh - Oleh

Saat berwisata ke suatu tempat, tentu kurang lengkap kalau tidak menenteng oleh-oleh khasnya donk. Apalagi kalau keluarga dan teman-teman juga meminta oleh-oleh liburan. Tentu saja oleh-oleh menjadi hal wajib setelah liburan. Sebagian besar tempat wisata memiliki oleh-oleh khasnya sendiri, begitu juga Jogja. Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, Jogja juga dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak makanan manis, karena itu tidak heran oleh-oleh khas Jogja cenderung memiliki rasa yang manis. 

Malioboro

Lalu lalang jalan melenggang dari utara sampai selatan, riuh riang pembeli dan pedagang, anda puas kamipun senang. Malioboro hanya ada di Jogjakarta sebagai pusat wisata belanja, warisan bersejarah Bangsa dengan ditemukan beberapa Cagar Budaya. Malioboro tak pernah tidur pagi siang malam. Selalu berdenyut nadi kehidupan dengan sajian kuliner terpanjang kala malam, ditemani seniman yang tak pernah bosan menghibur bersenandung riang.

Includes
  1. Antar Jemput Bandara / stasiun Kereta Api
  2. Transport AC Dingin dan Nyaman
  3. Jeep untuk Merapi Lava Tour
  4. Driver sebagai Guide
  5. Hotel menginap 2 Malam di hotel pilihan termasuk breakfast ( untuk pilihan paket termasuk hotel )
  6. Makan sesuai Program 7 Kali
  7. Tiket Masuk Wisata / Retribusi
  8. Air Mineral
  9. Banner Wisata untuk group min 10 orang
  1. Tiket Pesawat / Kereta Api Tipping untuk Crew ( Sukarela
  2. Pengeluaran bersifat Pribadi
  3. Spot foto di Pule Payung ( Rp 5K-35K ) diantaranya : Spot Foto Sepeda Langit, Spot Foto Lolipop, Spot Foto Wolu, Spot Foto Jembatan, Ayunan Langit dan Spot Foto Angkasa.
  4. Tipping untuk Crew ( Sukarela )
  5. Biaya tambahan High Seasson
  6. Biaya Upgrade Kamar / Class
  7. Minibar, Laundry dan Telpon
  8. Upgrade Tambahan Menu Makan selama Tour

Keterangan : 

  • This tour prices is only valid for Domestic ( WNI ) or KITAS HOLDERS
  • Sangat di mungkinkan untuk merubah / menambah / mengurangi atau menyesuaikan dengan kebutuhan liburan Keluarga Anda / Perusahaan  / Gathering - Outing program yang di-inginkan. Silahkan menghubungi kami melalui email pada tombol dibawah Customize this package / Telpon / Whatsapp, dengan senang hati kami akan membatu.
Itinerary
  • Hari Pertama : Pule Payung - Kedung Pedhut - Borobudur - Alun-Alun Kidul ( MS,MM )
    • 06.00 – 07.00 Penjemputan di Bandara / Stasiun Kerata Api
    • 07.00 – 08.00 Perjalanan menuju Pule Payung
    • 08.00 – 10.00 Sesi foto dan tour di Pule Payung ( termasuk Ayunan Langit )
    • 10.00 – 11.00 Perjalanan menuju Kedung Pedhut
    • 11.00 – 13.00 Wisata sejarah di Kedung Pedhut
    • 13.00 – 14.00 Makan siang di Lokal resto
    • 14.00 – 15.00 Perjalanan menuju Candi Borobudur
    • 15.00 – 17.00 Menikmati kecantikan Candi Borobudur ( sampai pelataran - covid 19 )
    • 17.00 –18.00 Perjalanan menuju Kota Jogja
    • 18.00 – 19.30 Wisata malam di Alun-Alun Selatan Jogja
    • 19.30 – 21.00 Makan malam di Lokal resto
    • 21.00              Perjalanan menuju Hotel & Cek In ( Free Program )
  • Hari Kedua : Goa Pindul - Pantai Baron - Hutan Pinus Pengger ( MP,MS,MM )
    • 06.00 – 08.00 Makan pagi di Hotel
    • 08.00 – 09.00  Perjalanan menuju Gunung Kidul
    • 09.00 – 11.00 Aktivitas air di dalam Goa Pindul dan Sungai Oyo dengan Tubing ( Ban )
    • 10.00 – 11.00 Melanjutkan ke Pantai Baron yang cantik
    • 11.00 – 12.00 Makan siang di Lokal Resto
    • 12.00 – 15.00 Ke Pantai Kukup & Pantai-pantai sekitarnya
    • 16.00 – 18.00 Menikmati indahnya Hutan Pinus Pengger dikala senja menjelang
    • 18.00 – 19.00 Perjalanan kembali menuju Kota
    • 19.00 – 20.00 Makan malam di Lokal resto
    • 20.00             Kembali ke Hotel ( Free Program )
  • Hari Ketiga : Kraton - Kotagede - Oleh-oleh - Keberangkatan ( MP,MS )
    • 07.00 – 08.00 Makan pagi di Hotel dan Cek Out
    • 08.00 – 09.00 Perjalanan menuju Keraton Yogyakarta
    • 09.00 – 11.00 Wisata sejarah di Keraton Yogyakarta
    • 11.00 -12.00 Makan siang di Lokal resto
    • 12.00 – 13.00 Perjalanan menuju Kerajinan Perak Kota Gede
    • 13.00 – 14.00  Melihat kerajinan Perak Kota Gede
    • 14.00 – 15.00 Perjalanan menuju Pusat Oleh – Oleh & Bakpia Pathuk
    • 15.00 – 17.00 Wisata Belanja oleh – oleh di Bakpia Pathuk 
    • 17.00              Drop Bandara/Stasiun Yogyakarta & Finish

If you want to revise, change or add attractions to the above tour / package, tell us your own idea, we will arrange it as you wish. Customize this package

From Rp2.197.250
Rp575.000 per PAX
Price Min. PAX
Rp575.000 14
Rp605.000 12
Rp620.000 9
Rp650.000 8
Rp700.000 7
Rp725.000 6
Rp755.000 5
Rp785.000 4
Rp950.000 3
Rp1.234.750 2
Rp2.197.250 1
Related tours (8)
WA Whatsapp Chat